Motivator Hidup Bermakna

Hijab Syar’i itu…

Oleh: Bunga Padang Pasir

hijab

Ditarik sana sini,dimodel ini itu,dan dibutuhkan banyak jarum pentul utuk mengenakan hijab gaul  yang  lagi trend dikalangan anak muda hingga kalangan lanjut usia.jika islam mengajarkan  tentang kemudahan dan kesederhanaan dalam berhijab ,maka tidak untuk jaman sekarang,saat ini hijab sengaja disandingkan dengan kerumitan, cara pemakaiannya tidak kalah rumit dengan cara pemakaian sanggul, butuh waktu puluhan menit untuk berkreasi menciptakan “hijab gaul”.

Setan memang selalu punya cara. Ketika dia tidak mampu membendung semangat wanita muslimah untuk mengenakan hijab, dihembuskannya ide “tampil cantik dengan berhijab”. “Pakai jilbab juga harus tetap terlihat modis dan menarik, atau Apa salahnya?” “Toh Rambut tetap tertutup” dan bisikan bisikan lainnya. Akibatnya hijab kehilangan esensinya. Alih-alih dari perintah berhijab agar wanita tidak menampakkan perhiasannya, hijab malah menjadi perhiasan bagi wanita zaman sekarang, untuk memberi kesan “cantik religious”.

ukhti, kami sangat menghargai dan kamipun sangat bersyukur atas kemauaan dan kesadaran anti akan  kewajiban untuk menutup aurat.. tapi disini ada yang  pemahaman perlu diluruskan dan dibenahi…
ingat ukhti , berhijab itu tidak untuk berhias melain untuk menutupi perhiasan. Berhijab juga tidak terhubung dengan kata modis dan menarik, karena ia adalah  pakaian  taqwa, pakaian kebesaran  setiap muslimah. Berhijab  juga bukan sekedar melapisi kulit dan menutui rambut.tapi ada syarat-syarat  yang harus kita penuhi. Adapun syarat-syarat hijab syar’i adalah:

1-Hendaklah hijab/jilbab menutup seluruh badan. Allah berfirman:

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh badan mereka” (QS. Al Ahzab: 59).

Terdapat beberapa pengertian yang diberikan para ulama mengenai kata jilbab. Ibnu Abbas menafsirkannya sebagai al-rida’ (mantel) yang menutupi dari atas hingga bawah. Al-Qasimi menggambarkan, al-rida’ itu seperti al-sardab (terowongan). Sedangkan menurut al-Qurtubhi, Ibnu al-‘Arabi, dan al-Nasafi jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Ada juga yang mengartikannya sebagai milhafah (baju kurung yang longgar dan tidak tipis) dan semua yang menutupi, baik berupa pakaian maupun lainnya. Dan sebagian lainnya memahaminya sebagai mula’ah (baju kurung) yang menutupi wanita atau al-qamish (baju gamis).

Meskipun berbeda-beda penafsiran, namun menurut al-Biqa’i, semua makna yang dimaksud tidak salah. Bahwa jilbab adalah setiap pakaian longgar yang menutupi pakaian yang biasa dikenakan dalam keseharian.

Jadi sudah sangat jelas perbedaan antara jilbab dan kerudung. Satu yang pasti bahwa jilbab bukanlah kerudung. Jilbab dipakai untuk menutupi tubuh kita, berupa pakaian kurung (seperti terowongan) yang longgar. Jilbab diwajibkan atas perempuan yang sudah baligh ketika hendak keluar rumah.

Adapun penjelasan tentang kerudung ,Allah berfirman :
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..” (QS.An-Nur:31).

2-Hendaklah hijab/jilbab tersebut tebal, tidak tipis dan tidak transparan, karena maksud dari hijab adalah menutup, jika tidak menutup, tidak dinamakan hijab, karena hal tersebut tidak menghalangi

penglihatan, sehingga seperti yang di katakan dalam hadits Nabi  “Berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang”.

3-Hendaklah hijab/jilbab tidak berupa perhiasan atau pakaian yang menyolok, yang memiliki warnawarni yang menarik, sehingga menimbulkan perhatian. Allah berfirman:

“Dan tidak menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak darinya” (QS; An Nur : 31).

Makna ( إلا ما ظهر منها ) apa yang nampak darinya, yaitu dengan tanpa disengaja. Apabila hijab itu sendiri perhiasan, maka tidak boleh dipakai, dan tidak dinamakan hijab, sebab hijab adalah sesuatu yang menghalangi timbulnya perhiasan terhadap bukan muhrim.

4-Hendaklah hijab/jilbab tersebut tidak sempit, ketat. Tidak membentuk lekuk tubuh dan aurat, maka jilbab harus luas dan lebar, sehingga tidak menimbulkan fitnah.

5-Hendaklah tidak memakai minyak wangi, yang menyebabkan timbulnya fitnah, yaitu rangsangan bagi laki-laki. Rasulullah bersabda:

 “Sesungguhnya wanita apabila memakai minyak wangi lalu lewat pada suatu majlis, maka ia adalah ini dan ini yaitu: ia wanita pezina” (HR. Ashabus sunan, Tirmidzi berkata: hadits ini hasan shahih).

Dalam riwayat lain:

 “Sesungguhnya wanita bila memakai minyak wangi kemudian lewat pada suatu majlis/ perkumpulan kaum agar mereka mencium baunya, maka ia telah berzina”.

6-Hendaklah hijab  tersebut tidak menyerupai pakaian laki-laki. Dalam hadits yang di riwayatkan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:

“Nabi  melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Dalam hadits yang lain:

“Allah melaknat laki-laki yang bergaya perempuan dan perempuan yang bergaya laki-laki”(HR. Abu Daud dan Nasa’i).

Maksudnya: perempuan yang menyerupai laki-laki dalam pakaiannya, modelnya, seperti perempuan zaman sekarang ini, begitu pula laki-laki yang menyerupai perempuan dalam pakaian, gaya bicara dan lain sebagainya. Kita mohon kepada Allah kesehatan dan keselamatan dunia dan akhirat.

ukhti, diam dan merenunglah sejenak,fikirkan kembali tujuan kita berhijab.. Ridha Allah atau Ridha manusia yang ingin kita raih .. aku tahu,memang tidak mudah untuk melakukan itu apalagi dijaman yang rusak ini,tapi ukhti  tidak mudah bukan berarti tidak bisa.bukankah Allah telah berjanji akan memberikan pertolongan untuk hambanya yang bertaqwa dan berusaha untuk tetap taat dijalanNya?
Semoga Allah memberikan hidayah-Nya,kekuatan tekad dan kemudahan untuk kita melaksanakan perintah berhijab, dengan hijab yang sempurna. Aamiin…

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivator Hidup Bermakna | Meaningful Life Motivator